Tak Perlu Jauh Berobat Jantung, RSUD Sintang Segera Buka Layanan, Alatnya
dari Kemenkes
Mega-Berita.com SINTANG - Kalbar, Persiapan
pembukaan dan penguatan layanan kardiovaskuler (jantung dan pembuluh
darah) di RSUD Ade Muhammad Djoen Sintang terus dikebut. Saat ini,
pembangunan fasilitas pendukung disebut telah mencapai sekitar 80 persen.
Hal tersebut disampaikan dr.H.Bagus Zodiak Adibrata Direktur Rumah Sakit
RSUD Ade Muhammad Djoen Sintang dalam wawancara terkait persiapan Visitas
Monitoring dan Evaluasi (Monev) Layanan Pengampuan Kardiovaskuler yang
melibatkan Kementerian Kesehatan serta rumah sakit pendamping.
Pihak rumah sakit menjelaskan, secara umum bangunan untuk menunjang
layanan tersebut telah tersedia. Fokus persiapan saat ini salah satunya
adalah penyelesaian instalasi listrik sebelum peralatan pelayanan
didatangkan.
“Bangunannya sudah ada dan sudah hampir 80 persen. Saat ini kita akan
pemasangan listrik,” ujar pihak RSUD Ade Muhammad Djoen Sintang.
Untuk kebutuhan peralatan medis, pihak RSUD menyebut pengadaannya akan
berasal dari Kementerian Kesehatan. Peralatan tersebut nantinya akan
didistribusikan sesuai dengan kebutuhan dan kesiapan fasilitas rumah
sakit.
“Untuk alat memang langsung diberi dari pihak Kementerian Kesehatan. Dari
kita paling menyiapkan bangunannya,” jelasnya.
SDM Dokter dan Perawat Juga Disiapkan
Tak hanya infrastruktur, kesiapan sumber daya manusia (SDM) juga menjadi
perhatian. RSUD Ade Muhammad Djoen Sintang menyebut telah memiliki dokter
jantung yang saat ini masih menjalani pendidikan dan pelatihan untuk
mendukung pelaksanaan layanan kardiovaskuler.
Selain dokter, sejumlah tenaga perawat juga telah dipersiapkan dan
mengikuti pendidikan maupun pelatihan di rumah sakit rujukan.
“Kita sudah punya satu dokter jantung dan sudah disekolahkan serta
dilatih. Untuk perawat juga sudah kita siapkan, sekitar lima orang kita
sekolah dan kita latih,” ungkap pihak rumah sakit.
Persiapan tersebut dilakukan agar ketika fasilitas dan peralatan tersedia,
RSUD Ade Muhammad Djoen Sintang tidak hanya memiliki bangunan, tetapi juga
tenaga kesehatan yang mampu mengoperasikan dan memberikan pelayanan sesuai
standar.
Kemenkes Akan Evaluasi Kesiapan RSUD Sintang Dalam prosesnya, pihak
Kementerian Kesehatan dijadwalkan melakukan kunjungan untuk melihat secara
langsung sejauh mana kesiapan RSUD Ade Muhammad Djoen Sintang.
Evaluasi tersebut mencakup fasilitas, SDM, sarana pendukung hingga
berbagai kekurangan yang masih harus dilengkapi sebelum layanan berjalan
optimal.
“Pihak kementerian akan datang melihat sejauh mana persiapan yang sudah
dilakukan RSUD,” jelasnya.
Menurut pihak rumah sakit, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk
melakukan koordinasi dan pendampingan guna memastikan seluruh persyaratan
yang telah ditetapkan dapat dipenuhi.
“Pendampingan itu untuk melihat kekurangan-kekurangan mana yang harus kita
lengkapi, apakah sudah memenuhi sesuai dengan daftar yang kemarin,”
katanya.
Targetnya Bukan Sekadar Bangunan
Pengembangan layanan kardiovaskuler ini menjadi langkah penting bagi
Kabupaten Sintang dalam memperkuat pelayanan kesehatan jantung di daerah.
Dengan tersedianya gedung, dokter spesialis yang dipersiapkan, tenaga
perawat terlatih serta dukungan peralatan dari pemerintah pusat, layanan
tersebut diharapkan nantinya dapat meningkatkan kemampuan RSUD Ade
Muhammad Djoen dalam menangani pasien penyakit jantung.
Namun, kesiapan fasilitas tetap menjadi kunci. Gedung yang sudah mencapai
sekitar 80 persen belum berarti layanan dapat langsung berjalan sebelum
instalasi listrik, peralatan medis, SDM, serta persyaratan teknis lainnya
benar-benar dinyatakan siap.
Karena itu, hasil monitoring dan evaluasi Kementerian Kesehatan nantinya
diharapkan dapat memberikan gambaran jelas mengenai tahapan terakhir yang
harus diselesaikan RSUD Ade Muhammad Djoen Sintang.



