Iklan

Kadis Perkebunan dan Peternakan Kalbar Ajak Pemkab Sintang Cegah Penyebaran Virus ASF

mega-berita.com
Kamis, 21 Oktober 2021 | 19.45 WIB Last Updated 2022-08-07T10:20:43Z

 


Mega-Berita.com   Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Barat Muhammad Munsif  turut hadir sosialisasi Pengendalian dan Penanggulangan Penyakit Demam Babi Afrika atau African Swine Fever (ASF) di Balai Praja Kantor Bupati Sintang pada Kamis, 21 Oktober 2021.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Barat Muhammad Munsif menyampaikan bahwa populasi babi di Kalimantan Barat mendekati angka 500 ribu ekor dan nomor 5 terbesar jumlah populasi babi secara nasional. 

“di Sumatera Utara jumlah babi merosot tajam akibat virus ASF ini. Maka saya berharap masyarakat Kalbar ekstra hati-hati supaya dampak virus ASF bisa kita kendalikan. 

Mari kita bangun kesiapsiagaan kita, untuk antisipasi virus yang menyerang babi ini. 

Munculnya virus ASF ini di Kalimantan Barat dari wilayah Kabupaten Kapuas Hulu tepatnya di kawasan Taman Nasional Betung Kerihung yang kita duga penularannya lewat air sungai” terang Muhammad Munsif.

“kami langsung memberikan arahan agar Pemkab Kapuas Hulu segera menindak lanjuti kasus tersebut. 

Hasil pemeriksaan di Laboratorium Banjar Baru, hasilnya diumumkan pada 16 September 2021 bahwa babi yang mati di Desa Datah Dian Kecamatan Putusibau Utara dinyatakan positif terkena virus AFS. 

Setelah itu, kasus kematian ternak babi terus bermunculan di Kapuas Hulu. Hingga hari ini, dengan rentang waktu 1 bulan 1 minggu sejak wabah muncul, tercatat 462 ekor kematian babi yang tersebar di 5 kecamatan” terang Muhammad Munsif.

“penyakit yang menyerang babi ini, ternyata juga sudah terdeteksi di Kota Sintang. Dilaporkan terdeteksi di Sintang pada 15 September 2021 di Desa Merti Guna. Maka mari kita perkuat koordinasi untuk melakukan pencegahan secara dini. 

Kami di Pemprov Kalbar, kami sudah membuat edaran Gubernur Kalbar kepada Pemerintah Kabupaten Kota untuk mengambil langkah penanggulangan pandemic virus ASF ini” terang Muhammad Munsif.

“kami juga membuat surat khusus, agar Pemda agar mengerahkan semua kekuatan seperti camat, polisi dan tentara untuk memberikan perhatian yang besar untuk menggulanginya. 

Daging babi yang ternyata tertular virus ASF, bisa menularkan ke babi yang masih hidup juga. Maka kita perlu memberikan kontribusi supaya tidak berkembang. 

Bapak Gubernur Kalbar sudah memberikan perintah supaya penanganan virus ASF ini cepat dilakukan. Kami rutin memberikan laporan kepada Gubernur soal langkah yang kami lakukan. 

Penyuntikan serum terus kami lakukan di kabupaten yang menjadi sentra peternakan babi. Kami berharap ada dukungan dari pemerintah pusat dan Ibu Yessy Melania akan kebutuhan Kalbar terhadap serum, vitamin dan desinfektan. 

Kami ingin bekerjasama lebih erat dengan pemerintah kabupaten kota untuk menanggulangi dampak virus ASF ini supaya tidak memberikan dampak ekonomi yang buruk” terang Muhammad Munsif.

Akbar/Humas Pemda
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Kadis Perkebunan dan Peternakan Kalbar Ajak Pemkab Sintang Cegah Penyebaran Virus ASF

Iklan