Seumur Jagung Dibangun, Jalan Produksi Perkebunan Sudah Ditumbuhi Semak Belukar, Inspektorat Diminta Turun Tangan.

mega-berita.com
Jumat, 13 Februari 2026 | 21.27 WIB Last Updated 2026-02-13T14:27:05Z
Mega-Berita.com Kapuas Hulu, Kalimantan Barat – Proyek pembangunan jalan produksi perkebunan untuk Kelompok Tani Sambus Jaya di Desa Sambus, Kecamatan Putussibau Utara, menuai sorotan publik.
Pasalnya, meski tergolong baru dikerjakan, kondisi di lapangan disebut-sebut sudah ditumbuhi semak belukar.
Berdasarkan papan informasi proyek, kegiatan tersebut dilaksanakan oleh CV. Muji Konstruksi dengan nilai kontrak sebesar Rp175.900.000,00, bersumber dari APBD Kabupaten Kapuas Hulu Tahun Anggaran 2025, dengan masa pelaksanaan 30 hari kalender.
Program ini berada di bawah Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kapuas Hulu dalam kegiatan penyediaan dan pengembangan prasarana pertanian.
Pantauan media di lokasi menunjukkan bahwa sebagian badan jalan masih ditumbuhi semak dan belum sepenuhnya terbuka secara maksimal.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan publik mengenai progres fisik pekerjaan serta kesesuaian pelaksanaan dengan spesifikasi teknis yang tercantum dalam kontrak.
Sejumlah warga berharap proyek tersebut tidak sekadar formalitas administrasi, melainkan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi petani.
Infrastruktur jalan produksi dinilai sangat penting untuk menunjang mobilitas dan distribusi hasil perkebunan masyarakat.
“Kalau jalan produksi ini bagus dan kuat, tentu sangat membantu petani. Tapi kalau kondisinya belum maksimal seperti ini, wajar kalau masyarakat bertanya,” ujar salah seorang warga.
Secara regulasi, pekerjaan konstruksi pemerintah wajib diawasi oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan tim teknis sesuai ketentuan Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah beserta perubahannya.
Pengawasan tersebut bertujuan memastikan pekerjaan dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis, volume, dan mutu sebagaimana tertuang dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Menyikapi kondisi di lapangan, sejumlah pihak mendorong agar Inspektorat Kabupaten Kapuas Hulu melakukan peninjauan atau audit internal guna memastikan pekerjaan berjalan sesuai ketentuan dan tidak menimbulkan potensi kerugian keuangan daerah.
Transparansi progres fisik serta keterbukaan informasi kepada publik dinilai penting untuk menjaga akuntabilitas penggunaan APBD.
Media ini juga mendorong adanya klarifikasi terbuka dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kapuas Hulu maupun pihak pelaksana proyek terkait tahapan pekerjaan yang telah dilaksanakan serta target penyelesaian fisik di lapangan.
Hingga berita ini diterbitkan, media masih berupaya melakukan konfirmasi resmi kepada pihak-pihak terkait guna memperoleh penjelasan lebih lanjut.
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Seumur Jagung Dibangun, Jalan Produksi Perkebunan Sudah Ditumbuhi Semak Belukar, Inspektorat Diminta Turun Tangan.