Mega-Berita.com> SANGGAU, KALBAR.Warga Desa
Semayang, Kecamatan Kembayan, Kabupaten Sanggau, melakukan penyegelan
terhadap Kantor Desa Semayang sebagai bentuk protes terkait rencana
pembangunan jaringan listrik PLN yang dinilai belum mengakomodasi seluruh
wilayah yang selama ini berharap mendapatkan akses listrik.
Persoalan tersebut bermula dari informasi mengenai daftar wilayah yang
akan mendapatkan jaringan listrik PLN. Warga sebelumnya mengetahui bahwa
sejumlah wilayah akan masuk dalam program tersebut. Namun, belakangan
muncul informasi bahwa wilayah yang akan dialiri listrik hanya Dusun
Onggok, sementara Dusun Sei Rambai dan Dusun Tanak Tengkawang disebut
belum masuk dalam rencana tersebut.
Informasi itu kemudian memicu kekecewaan warga, khususnya masyarakat di
wilayah Dusun Sei Rambai dan Dusun Tanak Tengkawang.
Menurut keterangan warga, Kepala Desa Semayang menyampaikan bahwa
kemampuan anggaran yang tersedia saat ini hanya untuk pembangunan jaringan
sepanjang sekitar 6 kilometer. Sementara jarak dari Semayang menuju Tanak
Tengkawang diperkirakan mencapai sekitar 10 kilometer.
Kondisi tersebut membuat masyarakat mempertanyakan keberlanjutan program
listrik PLN, terutama bagi warga Tanak Tengkawang yang hingga kini masih
berharap mendapatkan akses listrik.
Warga menyebut, Tanak Tengkawang merupakan desa persiapan, namun
masyarakat di wilayah tersebut dinilai masih menghadapi keterbatasan
fasilitas dasar.
“Mirisnya Tanak Tengkawang tanpa listrik, tanpa air bersih. Bertahan
hidup, pemerintah tutup mata,” ungkap warga.
Kekecewaan masyarakat kemudian memuncak hingga dilakukan penyegelan Kantor
Desa Semayang. Aksi tersebut menjadi bentuk desakan agar pemerintah
memberikan perhatian serius terhadap kebutuhan dasar masyarakat dan
memperjuangkan agar jaringan listrik dapat menjangkau wilayah yang belum
teraliri.
Warga menegaskan bahwa persoalan tersebut saat ini masih sedang
diperjuangkan. Mereka berharap Pemerintah Desa, Pemerintah Kecamatan
Kembayan, Pemerintah Kabupaten Sanggau serta pihak PLN dapat duduk bersama
mencari solusi agar Sei Rambai dan Tanak Tengkawang tidak kembali
tertinggal dalam program elektrifikasi.
Masyarakat juga meminta adanya kejelasan mengenai rencana dan tahapan
pembangunan jaringan listrik, sehingga tidak menimbulkan keresahan maupun
kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak
PLN maupun Pemerintah Kabupaten Sanggau terkait alasan belum masuknya Sei
Rambai dan Tanak Tengkawang dalam rencana pembangunan jaringan listrik
tersebut.
Keterangan foto: Kantor Desa Semayang, Kecamatan Kembayan, Kabupaten
Sanggau, tampak disegel warga sebagai bentuk protes terkait persoalan
akses listrik PLN.
TimRed


