Iklan

Ormas dan LSM Desak Aparat Penegak Hukum Usut Tuntas Dugaan Korupsi Pembangunan Gedung PIBI Center

mega-berita.com
Sabtu, 23 Oktober 2021 | 10.08 WIB Last Updated 2022-08-07T10:20:43Z

 


Mega-Berita.com   Bengkayang - Pembangunan Gedung PIBI Center Bengkayang yang tak diduga korupsi dalam proses pembangunannya, sabtu (23/10/2021), sejumlah ormas dan lsm yang membidangi Anti Korupsi meminta kepada pihak APH untuk mengusut tuntas para pelaku.

Ormas dan LSM membidangi Anti Korupsi angkat bicara, karena kasus yang sudah bergulir cukup lama ini, belum juga terlihat yang mengembirakan. 

Sanusi Ringgo melalui via telpon yang merupakan Ketua Forum Timanggong Kalbar yang juga merupakan Mitra Penegakan Hukum di bidang Hukum Adat Dayak, menyambut baik akan di umumkannya diduga pelaku tindak pidana korupsi pembangunan gedung PIBI Center ini.

"Seharusnya pengungkapan kasus PIBI Center ini mendapatkan Aplaus yang luar biasa kepada pihak APH karena keseriusan dalam penyidikan yaitu Polres Bengkayang," ucap Sanusi Ringgo

"APH sudah mendapatkan nama-nama yang terindikasi korupsi bahkan pelaku utama, kami menunggu APH untuk segera umumkan, jika hal ini dilakukan menjadi preseden baik di mata masyarakat,"jelasnya.

Lanjutnya katakan, terhadap aparat penegak hukum (APH) yang menangani masalah di maksud, hal tersebut merupakan teka teki yang di nantikan oleh publik, dan jika pun masih tetap digantung, maka kepercayaan Masyarakat kepada pihak APH akan menjadi menurun drastis.

"Kami sangat merindukan hal itu segera diungkap, biar terang  benderang kasus yang diungkap oleh pihak APH, dan hal ini menjadi hikmah dan pembelajaran," ucap Sanusi Ringgo.

Pada waktu dan tempat terpisah, tim redaksi menemui Ketua LSM GNPK ( Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi  ) wilayah kalbar, bapak Elysius Aidi sampaikan, bahwa meminta kepada pihak APH untuk mematuhi aturan Undang-Undang yang berlaku, terkait pengungkapan dan penindakan terhadap  pelaku dugaan korupsi sehingga merugikan keuangan negara.

"Kita pinta APH bekerja sesuai amanah, sangat dikhawatirkan jika kasus ini dibiarkan berlarut-larut, akhirnya bisa menghilangkan barang bukti atau bisa jadi adanya dugaan permainan  antara oknum-oknum terkait," jelas Elysius Aidi.

"Adanya dugaan Tipikor yang merugikan keuangan negara, tidak hanya kasus pembangunan gedung Persatuan Injili Baptis Indonesia Centee saja, tapi pihak APH bisa juga mengungkap semua  kasus korupsi di kabupaten bengkayang ini," jelasnya.

Lanjutnya katakan Elysius Aidi, dalam hal menyangkut kerugian negara yang terjadi dalil dugaan korupsi, sampai saat ini karena cukup banyak kasusnya hanya sampai di penyidikan saja dan cuma banyak nguap dalam arti kata tidak tuntas

Kasus PIBI CENTER jadi sorotan, karena penangan hingga sampai kini pun belum ada titik kejelasan, sehingga ketua Badan pengawasan, penyelidikan, pemberantasan korupsi  Republik indobesia (BPPK-RI) Korwil Kalbar bang Juanda angkat bicara yang merupakan Putra Kalbar Terbaik.

"Kami minta kepada Polres Bengkayang dan kejaksaan Negeri Kabupaten Bengkayang agar segera umumkan diduga pelaku," tegasnya.

"Kami dari Ormas dan LSM bidang Korupsi kabupaten bengkayang beserta Masyarakat kabupaten bengkayang menanti kinerja brilian kawan-kawan di APH, bekerjalah sesuai Amanah dan Perintah Undang-Undang," jelasnya.

"Hingga sampai sekarang, kami memantau pergerakan dan progres  kinerja APH terkait kasus PIBI Center, mulai di penyelidikan, penyidikan, hingga kini saatnya kami kawal  proses penetapannya, kepada pihak APH bisa bekerja sesuai harapan masyarakat," ucap Putra Pesisir Bengkayang ini mengakhiri. ( DT / team)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Ormas dan LSM Desak Aparat Penegak Hukum Usut Tuntas Dugaan Korupsi Pembangunan Gedung PIBI Center

Iklan