Mega-Berita.com
Sintang, - Laporan mengenai getaran yang berlangsung sekitar lima detik, seperti yang disampaikan oleh salah seorang warga di Mekar Jaya, mengindikasikan adanya fenomena seismik yang signifikan di Sintang, Kalimantan Barat.
Data yang dirilis BMKG mengonfirmasi kejadian gempa dengan magnitudo 4.8 pada tanggal 23 Januari 2026, pukul 14:47:56 WIB, berlokasi di koordinat 0.10 Lintang Utara dan 111.78 Bujur Timur, sekitar 89 kilometer timur Sekadau, dengan kedalaman hiposenter 10 kilometer.
Kejadian ini, meskipun mungkin tidak menimbulkan kerusakan masif, berfungsi sebagai pengingat penting bahwa wilayah Kalimantan, yang sering dianggap stabil secara seismik, tidak sepenuhnya kebal dari aktivitas tektonik.
Insiden ini dalam pemantauan BMKG yang berdasarkan informasi terbaru terus menganalisis implikasi dari data gempa yang tercatat, serta meninjau strategi pemantauan berkelanjutan untuk mengantisipasi potensi guncangan susulan.
Magnitudo 4.8 dikategorikan sebagai gempa ringan hingga sedang, yang pada umumnya dapat dirasakan namun jarang menyebabkan kerusakan struktural yang parah, terutama jika pusat gempa berada jauh di bawah permukaan dan lokasinya relatif jauh dari pusat populasi padat.
Lokasi episentrum yang disebutkan, 89 kilometer timur Sekadau, menunjukkan bahwa Sintang berada pada jarak yang cukup jauh dari sumber energi utama. Kedalaman hiposenter yang dangkal, yaitu 10 kilometer, berpotensi meningkatkan intensitas getaran yang dirasakan di permukaan dibandingkan gempa yang lebih dalam, meskipun jarak epicentrum memainkan peran dominan dalam atenuasi gelombang seismik.
Respons cepat dari BMK mengenai adanya gempa berkekuatan Magnitudo 4.8 menjadi dasar bagi seluruh otoritas daerah untuk mengambil langkah selanjutnya. Selain itu diharapkan agar seluruh pihak waspada guna mengantisipasi skala ancaman gempa susulan yang terjadi.
Cecep Kamaruddin
Penulis

