DUGAAN PENAMPUNGAN SOLAR SUBSIDI DI PAK MAYAM SANGGAU MENGEMUKA, TRUK TANGKI BIRU DISEBUT RUTIN ANGKUT BBM

mega-berita.com
Minggu, 30 Agustus 2026 | 18.16 WIB Last Updated 2026-08-30T11:16:24Z
Mega-Berita.com SANGGAU, KALBAR — Dugaan praktik penampungan BBM jenis solar bersubsidi di wilayah Pak Mayam, Kabupaten Sanggau, kembali menjadi sorotan. Sebuah lokasi yang disebut sebagai tempat penampungan milik seseorang berinisial AR dan dikelola oleh AT disebut warga telah lama menjalankan aktivitas tersebut.
Menurut keterangan warga sekitar yang meminta identitasnya dirahasiakan, aktivitas pengumpulan solar tersebut diduga berlangsung hampir setiap hari.
Warga bahkan menyebut adanya truk tangki berwarna biru yang secara berkala datang ke lokasi tersebut untuk mengangkut solar yang telah dikumpulkan.
“Hampir setiap hari ada pengisian atau aktivitas truk tangki biru. Solar dikumpulkan di tempat itu. Kalau sudah cukup, kemudian diangkut,” ungkap sumber warga.
Manager SPBU Disebut Memiliki Keterkaitan
Informasi yang diperoleh juga menyebut bahwa AR merupakan salah satu manager SPBU yang berada tidak jauh dari lokasi penampungan tersebut.
Menurut sumber warga, dugaan pola aktivitasnya yakni solar bersubsidi diduga diperoleh melalui proses antrean atau pembelian di SPBU tempat AR bekerja. BBM tersebut kemudian disebut dibawa ke lokasi penampungan milik AR yang dikelola AT di wilayah Pak Mayam
Setelah volume BBM dianggap mencukupi, truk tangki berwarna biru disebut datang untuk mengangkut solar tersebut.
BBM itu selanjutnya diduga dibawa untuk dijual kepada sejumlah perusahaan.
Jika informasi tersebut benar, maka muncul sejumlah pertanyaan serius yang perlu dijawab melalui pemeriksaan dan verifikasi oleh pihak berwenang.
Berapa volume solar yang masuk ke lokasi tersebut setiap hari? Dari SPBU mana BBM itu diperoleh? Apakah seluruhnya merupakan BBM bersubsidi? Siapa pemilik truk tangki biru? Ke mana solar tersebut dibawa? Dan perusahaan mana saja yang diduga menjadi penerimanya?
APH Jangan Tutup Mata
Persoalan ini dinilai perlu mendapat perhatian serius dari aparat penegak hukum dan instansi terkait. Sebab, solar bersubsidi merupakan BBM yang peruntukannya diatur pemerintah dan distribusinya harus sesuai ketentuan.
Jika dugaan tersebut terbukti, maka persoalannya bukan hanya mengenai keberadaan tempat penampungan, tetapi juga menyangkut rantai distribusi BBM bersubsidi dari SPBU hingga pihak yang diduga menjadi penerima akhir.
Aparat diminta tidak berhenti pada pemeriksaan lokasi semata. Data penyaluran SPBU, rekaman CCTV, transaksi pembelian, kendaraan pengangkut, kapasitas penampungan, hingga tujuan akhir pengiriman perlu ditelusuri untuk mengetahui apakah terdapat penyimpangan.
Masyarakat juga mempertanyakan bagaimana aktivitas yang disebut berlangsung cukup lama tersebut dapat berjalan apabila memang terdapat pelanggaran dalam distribusi BBM bersubsidi. ‎Kini publik menunggu: apakah dugaan ini akan ditindaklanjuti secara serius atau kembali berhenti sebagai informasi yang tidak pernah menemukan ujung?
Megaberita.commembuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi AR, AT, pihak SPBU, pemilik atau operator truk tangki, perusahaan yang disebut sebagai penerima BBM, serta instansi terkait untuk memberikan penjelasan.
Catatan redaksi: Informasi dalam pemberitaan ini merupakan dugaan berdasarkan keterangan sumber warga dan belum merupakan kesimpulan bahwa telah terjadi pelanggaran. Verifikasi lapangan dan klarifikasi pihak terkait diperlukan untuk memastikan kebenarannya.
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • DUGAAN PENAMPUNGAN SOLAR SUBSIDI DI PAK MAYAM SANGGAU MENGEMUKA, TRUK TANGKI BIRU DISEBUT RUTIN ANGKUT BBM

Trending Now