Mega-Berita.com Sintang – Belakangan ini
beredar pemberitaan di sejumlah media daring yang menimbulkan kesan kurang
baik terkait proses penyaluran bahan bakar di SPBU wilayah Masuka,
Kecamatan Sintang.
Dalam narasi yang dimuat, digambarkan seolah‑olah petugas di lokasi
tersebut melakukan tindakan mengintimidasi warga yang sedang merekam atau
mendokumentasikan aktivitas pengisian BBM jenis Pertalite.
Namun saat dikonfirmasi secara langsung, penjelasan yang disampaikan oleh
salah seorang petugas SPBU Masuka memberikan gambaran yang berbeda dan
perlu dipertimbangkan secara objektif. Ia menegaskan bahwa tuduhan yang
berkembang itu sama sekali tidak mencerminkan kenyataan yang sebenarnya
terjadi. Tindakan yang dilakukan saat itu semata‑mata bertujuan untuk
menjaga keamanan dan ketertiban di kawasan SPBU demi kepentingan bersama.
“Perlu dipahami bahwa saat proses pengisian BBM berlangsung, area tersebut
termasuk zona yang berisiko tinggi. Lokasi ini sangat rentan terhadap
bahaya percikan api, kontak arus listrik, hingga pengaruh radiasi yang
bisa ditimbulkan oleh alat perekam. Jika tidak dijaga dengan ketat,
faktor‑faktor tersebut berpotensi memicu kebakaran bahkan ledakan yang
membahayakan nyawa dan harta benda siapa pun yang ada di sekitarnya,”
ujarnya dengan tenang.
“Bukan bermaksud mengintimidasi atau melarang hak warga, semua yang
dilakukan murni demi keamanan kita semua,” tambahnya tegas namun santun.
Lebih lanjut, perwakilan dari SPBU Masuka juga menyampaikan bahwa di balik
insiden ini terdapat kesalahpahaman yang cukup mendasar. Pihak yang
merekam kejadian tersebut serta‑merta menduga dan menuduh adanya
penyelewengan dalam penyaluran BBM, padahal kenyataannya belum memahami
secara benar jenis dan aturan penyaluran bahan bakar yang sedang
berlangsung.
“Perlu diluruskan dengan jelas dan terbuka: yang sedang kami salurkan dan
isi saat itu adalah BBM jenis Pertamax, bukan BBM bersubsidi."
Menanggapi informasi yang beredar Syamsuardi Sekum LSM PISIDA di Sintang,
angkat bicara Jika dipahami dengan benar, maka tuduhan yang muncul itu
tidak beralasan dan justru bisa menimbulkan pandangan yang tidak tepat di
tengah masyarakat,” jelasnya.
Kejadian ini menjadi pengingat bersama bahwa dalam setiap peristiwa,
sangat penting untuk melihatnya secara menyeluruh, mendengarkan penjelasan
dari berbagai sisi, serta memahami aturan dan konteks yang berlaku. Dengan
cara yang bijaksana, kesalahpahaman seperti ini dapat diluruskan tanpa
menimbulkan perselisihan, sekaligus menjaga ketertiban pelayanan publik
dan keamanan bersama.
Cecep Kamaruddin


