Meluruskan Kesalahpahaman di SPBU Masuka: Keamanan Lokasi Bukan Tindakan Intimidasi

mega-berita.com
Rabu, 17 Juni 2026 | 01.33 WIB Last Updated 2026-06-16T18:33:19Z
Mega-Berita.com Sintang – Belakangan ini beredar pemberitaan di sejumlah media daring yang menimbulkan kesan kurang baik terkait proses penyaluran bahan bakar di SPBU wilayah Masuka, Kecamatan Sintang.
Dalam narasi yang dimuat, digambarkan seolah‑olah petugas di lokasi tersebut melakukan tindakan mengintimidasi warga yang sedang merekam atau mendokumentasikan aktivitas pengisian BBM jenis Pertalite.
Namun saat dikonfirmasi secara langsung, penjelasan yang disampaikan oleh salah seorang petugas SPBU Masuka memberikan gambaran yang berbeda dan perlu dipertimbangkan secara objektif. Ia menegaskan bahwa tuduhan yang berkembang itu sama sekali tidak mencerminkan kenyataan yang sebenarnya terjadi. Tindakan yang dilakukan saat itu semata‑mata bertujuan untuk menjaga keamanan dan ketertiban di kawasan SPBU demi kepentingan bersama.
“Perlu dipahami bahwa saat proses pengisian BBM berlangsung, area tersebut termasuk zona yang berisiko tinggi. Lokasi ini sangat rentan terhadap bahaya percikan api, kontak arus listrik, hingga pengaruh radiasi yang bisa ditimbulkan oleh alat perekam. Jika tidak dijaga dengan ketat, faktor‑faktor tersebut berpotensi memicu kebakaran bahkan ledakan yang membahayakan nyawa dan harta benda siapa pun yang ada di sekitarnya,” ujarnya dengan tenang.
“Bukan bermaksud mengintimidasi atau melarang hak warga, semua yang dilakukan murni demi keamanan kita semua,” tambahnya tegas namun santun.
Lebih lanjut, perwakilan dari SPBU Masuka juga menyampaikan bahwa di balik insiden ini terdapat kesalahpahaman yang cukup mendasar. Pihak yang merekam kejadian tersebut serta‑merta menduga dan menuduh adanya penyelewengan dalam penyaluran BBM, padahal kenyataannya belum memahami secara benar jenis dan aturan penyaluran bahan bakar yang sedang berlangsung.
“Perlu diluruskan dengan jelas dan terbuka: yang sedang kami salurkan dan isi saat itu adalah BBM jenis Pertamax, bukan BBM bersubsidi."
Menanggapi informasi yang beredar Syamsuardi Sekum LSM PISIDA di Sintang, angkat bicara Jika dipahami dengan benar, maka tuduhan yang muncul itu tidak beralasan dan justru bisa menimbulkan pandangan yang tidak tepat di tengah masyarakat,” jelasnya.
Kejadian ini menjadi pengingat bersama bahwa dalam setiap peristiwa, sangat penting untuk melihatnya secara menyeluruh, mendengarkan penjelasan dari berbagai sisi, serta memahami aturan dan konteks yang berlaku. Dengan cara yang bijaksana, kesalahpahaman seperti ini dapat diluruskan tanpa menimbulkan perselisihan, sekaligus menjaga ketertiban pelayanan publik dan keamanan bersama.
Cecep Kamaruddin
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Meluruskan Kesalahpahaman di SPBU Masuka: Keamanan Lokasi Bukan Tindakan Intimidasi

Trending Now