Iklan

Warga sipil mengalami tindakan kekerasan oleh aparat pengawalan Bapak Ketua MPR

mega-berita.com
Kamis, 28 Agustus 2025 | 19.04 WIB Last Updated 2025-08-28T16:12:35Z

Mega-Berita.com Mega-Berita.com Mega-Berita.com Mega-Berita.com Terjadi lagi arogansi yang Melibatkan Oknum Anggota Vs Masyarakat yang, 26 Agustus 2025, Korban Berinisial HV mengalami penganiayaan oleh pengawal Ketua MPR berinisial MF (F) di ruas tol Kebon Jeruk – Meruya.

Baca Juga :

...
Mabes Polri Meminta Jajaran Kepolisian ...

Jakarta - Mabes Polri meminta jajaran kepolisian, mulai dari Polda hingga Polsek, untuk melindungi kerja wartawan yang bertugas meliput suatu peristiwa ...

27 Agustus 2025

Selanjutnya

Korban Mengaku di aniaya Pengawalan Ketua MPR,sudah sepatutnya Bapak ketua MPR menjadi teladan bagi jajaran dan pengawal yang bertugas. Namun yang alami Korban HV justru sebaliknya, sikap arogan, intimidasi, hingga kekerasan verbal maupun fisik, yang meninggalkan trauma dan luka pada diri Korban HV, Korban HV sendiri mengaku sudah memaafkan. Namun Korban HV tegaskan, hukum harus tetap ditegakkan, apapun alasannya. Korban percaya peristiwa ini akan diusut tuntas demi keadilan bagi masyarakat sipil.

Kronologi Kejadian Selasa, 26 Agustus 2025

Pukul 22.29 Korban HV sedang berkendara menggunakan mobil Wuling Binguo B 1722 EDS di ruas Tol Dalam Kota Slipi arah Tangerang. Saat tiba di persimpangan menuju jalan keluar ke Tol Jakarta–Tangerang, jalanan mulai menyempit dan menanjak. Dari arah bahu jalan, seorang pengendara motor pengawal dengan inisial BM (F) menyalip KorbanHV, Menurut Korban HV, Korban mencoba menutup jalannya karena kondisi jalan sempit, sementara sejak sebelumnya pengawal tersebut sudah berulang kali menyalakan sirene singkat (tatetot).

Setelah memasuki Tol Jakarta–Tangerang, sebuah Toyota Fortuner hitam yang juga merupakan kendaraan pengawal mulai bertindak agresif dengan menutup jalan agar Korban tidak bisa menyalip.Korban mencari celah hingga akhirnya berhasil melewati, sambil Korban Merekam dengan ponselnya.

Beberapa kali Fortuner tersebut melakukan rem mendadak dan memepet kendaraan Korban dari depan, sehingga sempat terjadi kejar-kejaran antara Korban, pengawal motor dan Fortuner hitam. Saat melintas di depan Kantor RCTI, mobil Korban ditabrak dari belakang,karena Korban menghindar dari Fortuner yang memepet dari sisi kiri sambil memberi isyarat agar Korban berhenti.

Korban kemudian keluar di Gerbang Tol Meruya dan menghentikan kendaraan. Sesaat kemudian, Oknum anggota Pengawalan berinisial F memarkir motornya tepat di samping pintu pengemudi sehingga Korban tidak bisa keluar. Oknum tersebut langsung merampas ponsel Korban. Terjadi cekcok di mana Oknum Anggota Pengawalan melontarkan kata-kata ancaman “Ayo duel, gua abisin lu, ayo ke Polda saja.

Supir Fortuner hitam ikut terlibat adu mulut dan bersikeras ingin membawa saya ke Polda. Pada saat itu Korban dikerubungi, lalu supir Fortuner melakukan video call dengan seseorang dan memperlihatkan wajah Korban, Orang dalam video call tersebut mengucapkan kata-kata kasar “Bangsat lu. ”yang di duga merupakan atasan mereka.

korban berulang kali meminta ponsel nya dikembalikan, namun tidak dipenuhi. Oknum anggota Pengawalan F sempat mengusulkan damai, tetapi dengan syarat, Korban harus menghapus semua video rekaman. Namun supir Fortuner tetap bersikeras ingin menyeret Korban ke Polda. Korban tetap tenang, karena Korban tahu itu hanya gertakan,dan tidak ada dasar hukum. Mereka berkali-kali mengaku sedang “mengawal RI-5”. Korban membalas: “Kalian arogan dan tidak mengutamakan sipil.”

Tidak lama kemudian, Oknum anggota Pengawalan F mengenakan helm dan bersiap pergi, sementara ponsel Korban belum dikembalikan. Secara refleks Korban merebut kunci motor milik Oknum tersebut. Oknum tersebut langsung emosi, memiting Korban, menjatuhkan ke tanah, lalu menginjak kaki Korban hingga memar dan bengkak. Setelah itu oknum tersebut kembali ke arah Fortuner untuk berkoordinasi.

korban berjalan ke arah pos gerbang tol karena melihat ada petugas. Saat itu seorang pria bernama Irman Sahroni (senior mereka) turun dari Fortuner. Ia menghampiri Korban, meminta maaf mewakili Oknum anggota Pengawalan F dan rekannya karena telah terjadi kontak fisik, dan menawarkan damai dengan syarat video di ponsel Korban dihapus.

Karena waktu sudah lewat pukul 23.00, Korban akhirnya menyetujui. Ponsel Korban dikembalikan, lalu mereka mengarahkan Korban untuk menghapus semua rekaman video peristiwa tersebut. Setelah itu, sikap mereka berubah, mulai memanggil Korban dengan sebutan “bang.”

Irman juga menyuruh Oknum tersebut dan supir Fortuner meminta maaf secara langsung. Kami kemudian berjabat tangan, dan mereka pergi Pukul 23.30, Korban mulai merasakan sakit pada tubuh. Setelah dicek, ternyata terdapat luka dan memar.


Rabu, 27 Agustus 2025

Pukul 01.00 WIB Korban men-charge mobil nya
Pukul 02.00 WIB Korban pergi ke Polres Metro Jakarta Barat untuk membuat laporan polisi (LP) dan menjalani visum di RS EMC Griya Kedoya.

Saat ini Korban sedang menjalani pengobatan di RS Brawijaya karena masih merasakan sakit dan memar akibat peristiwa tersebut.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Warga sipil mengalami tindakan kekerasan oleh aparat pengawalan Bapak Ketua MPR

Trending Now