VIRAL! Diduga Booking via MiChat Berujung Permintaan Deposit Berulang, Nama Wisma Jovan Muncul dalam Invoice dan Percakapan

mega-berita.com
Selasa, 20 Oktober 2026 | 00.24 WIB Last Updated 2026-10-19T17:24:41Z
Mega-Berita.com BENGKAYANG, KALIMANTAN BARAT — Dugaan modus penipuan berkedok booking wanita melalui aplikasi MiChat kembali menjadi sorotan. Seorang konsumen mengaku diminta mentransfer uang secara berulang dengan dalih deposit, jaminan keamanan, dan klaim pengembalian dana. Persoalan tersebut kemudian berkembang menjadi dugaan ancaman penyebaran percakapan serta foto pribadi ke grup Facebook Bengkayang Informasi.
Dokumentasi yang diterima redaksi memperlihatkan invoice bertuliskan Wisma Jovan, bertanggal 19 Oktober 2026, dengan keterangan deposit sebesar Rp250.000. Dokumen lainnya mencantumkan dua komponen deposit dengan total Rp600.000, yang disebut berkaitan dengan pengembalian uang.
Namun, keberadaan invoice tersebut belum dengan sendirinya membuktikan siapa pembuatnya, siapa penerima uang, maupun apakah pengelola wisma terlibat langsung dalam dugaan praktik tersebut.
Berawal dari MiChat, Berlanjut ke WhatsApp
Berdasarkan pengakuan seorang sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan, peristiwa bermula ketika dirinya berkenalan dengan seorang wanita melalui MiChat. Komunikasi kemudian beralih ke WhatsApp dan dilanjutkan dengan pembicaraan mengenai rencana booking.
Menurut sumber, setelah pembayaran tanda jadi atau uang muka, dirinya diminta berkomunikasi dengan pihak yang mengaku sebagai manajemen Wisma Jovan.
Pihak tersebut disebut meminta transfer Rp250.000 untuk voucher booking dengan alasan sebagai jaminan keamanan apabila terjadi razia atau situasi tertentu.
Setelah permintaan pertama dipenuhi, konsumen mengaku kembali diminta mentransfer uang dengan jumlah yang sama untuk alasan jaminan keamanan wanita yang akan ditemui.
Konsumen kemudian menolak permintaan tambahan tersebut. Namun, menurut keterangannya, permintaan pembayaran berlanjut dengan alasan uang akan dikembalikan setelah proses booking selesai.
Invoice Rp600 Ribu Jadi Bagian dari Dokumentasi
Salah satu gambar yang diterima redaksi memperlihatkan invoice bertuliskan Wisma Jovan dengan dua keterangan, yakni “Deposit Klem Pengembalian Uang” sebesar Rp400.000 dan “Deposit Pengembalian Uang” sebesar Rp200.000. Total yang tercantum adalah Rp600.000.
Dalam percakapan WhatsApp yang turut didokumentasikan, pihak lawan bicara menyebut uang yang akan dikembalikan berjumlah Rp600.000, kemudian meminta deposit untuk klaim uang sebesar Rp200.000.
Dokumentasi tersebut memunculkan pertanyaan yang perlu dijawab: apa dasar permintaan deposit tambahan, siapa penerima pembayaran, dan bagaimana mekanisme pengembalian uang yang dijanjikan?
Jika pembayaran tambahan memang disyaratkan hanya agar dana sebelumnya dapat dikembalikan, transaksi tersebut patut ditelusuri untuk memastikan apakah terdapat indikasi penipuan.
Redaksi belum dapat memastikan keaslian invoice secara independen maupun memverifikasi aliran dana berdasarkan gambar semata.
Konsumen Mengaku Diancam, Foto Pribadi Disebut Akan Disebar
Persoalan semakin serius ketika konsumen mengaku mendapat ancaman dari wanita yang dikenalnya melalui MiChat.
Dalam tangkapan layar percakapan, terdapat pesan yang menyatakan bahwa percakapan dan foto konsumen telah disimpan. Pengirim pesan juga menyebut akan memasukkan informasi ke grup Facebook Bengkayang Informasi, disertai tuduhan bahwa konsumen telah melakukan perdagangan manusia.
Ancaman penyebaran percakapan dan foto pribadi, apabila benar dilakukan tanpa dasar yang sah, berpotensi menimbulkan kerugian terhadap privasi dan reputasi seseorang. Tuduhan mengenai perdagangan manusia juga merupakan persoalan serius yang tidak semestinya digunakan sebagai alat intimidasi.
Kebenaran konteks percakapan, identitas pengirim, serta maksud di balik pesan tersebut masih perlu diklarifikasi secara menyeluruh.
Polisi Diminta Telusuri Identitas dan Aliran Dana
Atas kejadian ini, aparat kepolisian diharapkan menelusuri pihak-pihak yang terlibat dalam komunikasi, identitas pemilik rekening atau dompet digital penerima pembayaran, keaslian invoice, serta dugaan ancaman penyebaran foto dan percakapan pribadi.
Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan apakah terdapat unsur tindak pidana dan siapa yang bertanggung jawab. Penelusuran juga penting untuk memastikan apakah nama Wisma Jovan digunakan secara sah oleh pengelolanya atau dicatut oleh pihak lain.
Masyarakat yang mengalami kejadian serupa diimbau tidak mengirimkan uang tambahan hanya berdasarkan janji pengembalian dana tanpa verifikasi. Simpan seluruh percakapan, invoice, nomor telepon, bukti transfer, dan informasi akun terkait sebagai bahan pelaporan.
Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada pengelola Wisma Jovan maupun pihak lain yang berkaitan dengan peristiwa ini. Hingga berita ini disusun, redaksi belum menerima keterangan resmi dari pihak pengelola maupun kepolisian mengenai dugaan tersebut.
Catatan Redaksi:
Pemberitaan ini disusun berdasarkan pengakuan narasumber dan dokumentasi yang diterima redaksi. Dugaan penipuan dan ancaman masih memerlukan verifikasi serta pemeriksaan aparat berwenang. Nama usaha yang tercantum dalam dokumen tidak dengan sendirinya membuktikan keterlibatan pengelolanya dalam dugaan tindak pidana.
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • VIRAL! Diduga Booking via MiChat Berujung Permintaan Deposit Berulang, Nama Wisma Jovan Muncul dalam Invoice dan Percakapan

Trending Now