Mega-Berita.com Wakil Bupati Sintang yang
juga Ketua Tim Pembina Pembangunan Perkebunan Kabupaten (TP3K) Kabupaten
Sintang Florensius Ronny didampingi Kapolres Sintang AKBP Budi Hartono
Sutrisno dan 5 anggota DPRD Sintang yakni Nekodimus, Markus Jembari, Lusi,
Jimi Manopo dan Supriyadi menerima ratusan Masyarakat Desa Baung Sengatap,
Desa Sungai Risap Mensiku Bersatu, dan Desa Lepung Pantak Kecamatan
Ketungau Hilir di Halaman Kantor Bupati Sintang pada Selasa, 6 Oktober
2026,Proses penyampaian aspirasi yang ketiga kalinya tersebut, berlangsung
kurang lebih 2 jam 30 menit di tengah terik matahari.
Masyarakat pun sepakat untuk tidak diterima di dalam ruangan. Setelah
bergiliran menyampaikan aspirasinya seperti memperoleh kebun plasma dari
PT. Satya Nusa Indah Perkasa setelah 28 tahun beroperasi dan membatalkan
PHK warganya akibat konflik tersebut.
Wakil Bupati Sintang Florensius Ronny menyampaikan bahwa Pemkab Sintang
bersama DPRD Kabupaten Sintang akan memperjuangkan agar Masyarakat di 3
desa bisa memperoleh kebun plasma dari kebun yang sudah ada bukan dari
pembukaan lahan baru.
“kita akan dorong DPRD Sintang untuk membentuk Panitia Khusus. Saya
berharap Masyarakat untuk bersabar karena memenuhi 1.050 hektar kebun
plasma untuk Masyarakat, tentu tidak mudah, perlu proses yang lama.
Kami juga sepakat bahwa kehadiran investasi itu harus bisa mensejahterakan
masyarakat. Mohon perjuangan ini di kawal dengan baik oleh DPRD Sintang
dan Masyarakat 3 desa supaya benar-benar bisa terwujud” terang Florensius
Ronny.
Mendengarkan penjelasan dan Keputusan Wakil Bupati Sintang, perwakilan
wargapun memeluk Wakil Bupati Sintang sebagai bentuk apresiasi atas
keberanian. Nekodimus anggota DPRD Sintang juga sepakat dengan Wakil
Bupati Sintang dalam memberikan hak rakyat 3 desa untuk memperoleh kebun
plasma.
“DPRD Sintang pasti memberikan dukungan yang maksimal karena ini
menyangkut hak rakyat, kesejahteraan rakyat, dan menyangkut kepastian
hukum bagi masyarakat kita. Kami sepakat menyelesaikan masalah yang ada
bukan membuat masalah baru” tegas Nekodimus.


